Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Hello hi hi!
Posted in Uncategorized on Juli 15, 2009 by nirfaceKapitalisme Global dan Hegemoni AS
Posted in pembangunan ekonomi, politic, political economy on Juli 31, 2009 by nirfaceKeruntuhan tembok Berlin menjadi sebuah peristiwa bagi berakhirnya kompetisi politik antara kapitalisme dan komunisme yang berlangsung lebih dari satu abad. Kemudian kapitalisme berdiri sendiri sebagai sebuah jalan keluar rasional untuk mengorganisasikan ekonomi modern. Saat ini tidak satupun negara bedaulat di dunia yang memiliki pilihan, hal ini mengakibatkan negara-negara dunia ketiga dan bekas komunis telah menyeimbangkan anggaran mereka, memotong subsidi, menyambut investasi asing, serta mengurangi hambatan tarif mereka . Namun, setiap usaha yang dilakukan tersebut ternyata menuai sebuah kekecewaan. Hampir separuh dekade terakhir, mulai dari Rusia sampai Venezuela, yang terjadi adalah kegagalan ekonomi, kemerosotan pendapatan, kegelisahan, dan kemarahan. Bagi kebanyakan wilayah di dunia, posisi pasar yang disanjung Barat pasca kemenangan dalam Perang Dingin telah digantikan oleh kekejaman pasar, kewaspadaan terhadap kapitalisme, dan bahaya ketidakstabilan. Kapitalisme itu sendiri hanya berjaya di Barat dan kejayaannya itu hanya menjadi pemicu bagi munculnya bencana ekonomi dan politik.
Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang menikmati arti dari sebuah kejayaan kapitalisme. Bagi warga Amerika yang menikmati kedamaian dan kemakmuran, mereka dengan mudah dapat mengabaikan kekacauan yang terjadi di negara lain. Bagaimana mungkin kapitalisme berada dalam ancaman jika nilai rata-rata industri Dow Jones terus menanjak tinggi dan menjadi acuan bagi setiap transaksi saham di seluruh dunia? Disini terlihat bahwa perusahaan-perusahaan transnasional Amerika telah mendominasi pasar internasional dan telah banyak mempengaruhi mekanisme pasar itu sendiri. Saat ini terlihat dengan jelas bahwa banyak sekali produk-produk Amerika yang menebarkan sayap di pasaran dunia, hampir di seluruh dunia kita dapat menikmati hidangan McDonald, menginap di hotel mewah seperti Ritz Carlton atau Hilton, serta menonton film-film blockbuster Hollywood di bioskop 21. Produk-produk inilah yang akhirnya banyak memberikan kontribusi bagi perekonomian Amerika dan juga telah banyak mempengaruhi pola-pola konsumsi masyarakat di negara lain di dunia yang menggantungkan kebutuhan mereka terhadap produk-produk ini. Mengapa orang-orang dapat tergantung akan barang-barang produksi Amerika? Terdapat alasan yang dapat menjawab pertanyaan ini, salah satunya adalah kemudahan akses dalam mendapatkan barang tersebut karena memiliki cabang di seluruh dunia, kualitas barang yang bersaing dengan produk lainnya, kemudian ekspektasi masyarakat akan barang-barang ber-merk yang dapat meningkatkan taraf gengsi, serta kebutuhan gaya hidup (trend) yang sedang berlaku di dunia agar dapat dibilang mengikuti zaman. Namun seperti diketahui, untuk memenuhi setiap alasan tersebut dibutuhkan cost yang tidak sedikit dan dapat meraup kocek yang cukup tinggi pula padahal biaya produksinya mungkin jauh dibawah harga produk di pasaran. Disini kita melihat bahwa sepertinya negara-negara di dunia telah menjadi target ekspansi produk-produk Amerika.
Tidak dapat disangkal lagi, kekuatan ekonomi Amerika telah menunjukkan keberhasilan sistem kapitalisme. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, perusahaan-perusahaan transnasional Amerika pada dasarnya lebih menekankan oerientasi pasarnya secara global, dan inilah yang menyebabkan kita banyak sekali menjumpai berbagai produk-produk Amerika di berbagai belahan dunia sebagai keunggulan dari produk-produk mereka. Adapun dengan akses yang terbuka memudahkan perusahaan-perusahaan dan produk-produk Amerika masuk ke negara-negara lain. Kemudian sebagai negara konsumen dengan mayoritas masyarakatnya yang konsumtif dan mengikuti gaya hidup, secara tidak langsung produk-produk tersebut telah banyak mempengaruhi pola-pola konsumsi masyarakat dan membentuk sebuah trend pasar sehingga dengan begitu hampir setiap waktu produk-produk tersebut diperbaharui untuk menjaga pangsa pasar yang ada. Sebagai contoh seperti yang dilakukan oleh industri-industri perfilman di Hollywood, untuk terus mendapat keuntungan dari penjualan tiket bioskop dan penjualan DVD maka produksi dan kualitas film terus ditingkatkan menyesuaikan dengan kondisi pasar, selera konsumen, dan trend ataupun peristiwa yang sedang berlangsung pada saat itu. Hal ini dapat dilihat dari kemunculan berbagai judul film melalui iklan di koran, televisi, atau pun banner bioskop setiap saat secara bergantian dan bertujuan untuk terus memberikan kepuasan kepada konsumen terhadap film dan sekaligus membentuk sebuah tradisi dalam mengkonsumsi film di masyarakat itu sendiri. Dengan berbagai macam genre, latar belakang, pemilihan aktor/aktris, serta alur cerita menarik yang ditawarkan menjadikan sebuah keunggulan film-film Hollywood dan cukup menyita perhatian masyarakat film dan konsumen film. Adapun setiap unsur yang terdapat dalam film itu memberikan sebuah acuan juga bagi khalayak penonton untuk menonton film tersebut. Kemudian hal ini pula yang banyak membentuk mainstream masyarakat akan keberadaan film itu sendiri. Terkadang masyarakat lebih banyak memahami berbagai macam fenomena yang berlaku di sekitarnya melalui film dibandingkan dengan media lainnya seperti koran ataupun berita televisi karena dengan menonton film, penonton dapat larut didalamnya dan serta merta mencerna setiap isi yang terdapat di dalam film tersebut. Inilah yang menjadi keunikan dari sebuah film, dimana secara emosi penonton dapat masuk ke dalam dunia maya dari film dan memaknai film berdasarkan logika mereka masing-masing.
Pengaruh Ekonomi Global Terhadap Indonesia
Posted in pembangunan ekonomi, political economy on Juli 31, 2009 by nirfaceall about 911
Posted in politic on Juli 31, 2009 by nirfaceWant Some Passive Income???
Posted in business on Juli 17, 2009 by nirface
business for free!!!
Posted in business on Juli 17, 2009 by nirfacebusiness for free!!!
Posted in business on Juli 17, 2009 by nirface
|
Discover A SUPER SECRET Viral Technique To Get 10,000 Subscribers In Less Than 30 Days
*No Special Skills Required*
|
Sustainable Development
Posted in pembangunan ekonomi on Juli 16, 2009 by nirfaceMenurut Emil Salim, pengertian Pembangunan Berkesinambungan (sustainable development) dilihat sebagai “suatu proses perubahan yang di dalamnya eksploitasi sumber daya, arah investasi, orientasi pengembangan teknologi, dan perubahan kelembagaan semuanya dalam keadaan yang selaras serta meningkatkan potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia”[1].
Perkembangan sustainable development merupakan bentuk reaksi atas wacana pembangunan Bank Dunia yang belakangan menjadi perhatian bagi aktifis lingkungan mengingat pembangunan yang ada telah banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan itu sendiri. Kritikan terhadap kinerja lingkungan Bank Dunia telah menjadi ujung tombak usaha mereformasi Bank Dunia sejak awal tahun 80-an. Advokasi atas pembaharuan pada Bank Dunia diperluas lagi dengan penekanan pada keadilan sosial dan pemerintahan, namun terus menerus dikaitkan dengan gerakan lingkungan. Selama beberapa tahun, LSM lingkungan di Utara dan Selatan menyampaikan keprihatinannya secara langsung pada Bank Dunia, juga pada anggota pemerintahan yang lainnya, dan meningkatkan usaha advokasi mereka. Adapun kritik yang dilontarkan oleh aktifis lingkungan tersebut antara lain adalah masalah proyek-proyek yang merusak lingkungan, strategi lingkungan yang tidak berkelanjutan, kebijakan ekonomi makro dan program penyesuaian struktural yang buta lingkungan, kegagalan dalam soal lingkungan global, serta kaitan antara lingkungan dengan kemiskinan.
Dalam menghadapi kritikan-kritikan tersebut, Bank Dunia menanggapi dengan tiga aspek: Pertama, elaborasi dan perbaikan sejumlah kebijakan lingkungan, kedua, menaikkan jumlah pinjaman untuk proyek-proyek yang target utamanya perlindungan lingkungan dan ketiga penambahan jumlah staff serta struktur organisasi yang ditujukan untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek dan kebijakan-kebijakan tersebut.
Langkah besar yang dilakukan baru-baru ini oleh Bank Dunia adalah diselenggarakannya konsultasi atas kaji ulangnya tentang kebijakan lingkungan, dengan ini maka akan ada strategi baru yang meskipun statusnya bukan suatu kebijakan yang mengikat, namun kebijakan baru ini akan mempengaruhi sikap keseluruhan Bank Dunia terhadap isu-isu pembangunan yang berkelanjutan, dengan 3 sasaran:
- Memperbaiki mutu kesehatan dengan mengurangi bahaya lingkungan terhadap masyarakat.
- Meningkatkan mutu hidup dengan mendukung manajemen sumber daya alam yang berkelanjutan.
- Mengurangi kerentanan terhadap risiko-risiko lingkungan seperti bencana alam nasional dan perubahan iklim.[2]
Namun, sebagai kelemahan sustainable development seperti langkah-langkah Bank Dunia dalam menanggapi kritiknya terhadap wacana pembengunan sebelumnya, hanya sedikit dari operasi Bank Dunia yang netral berkaitan dengan lingkungan berkelanjutan pada tingkat nasional, dan banyak proyek dampak yang besar untuk lingkungan tingkat global dan regional yang sesungguhnya sehingga Bank Dunia harus merubah stateginya ke dalam strategi pembangunan berkelanjutan yang lebih netral lagi dan tidak berpihak kepada kepentingan tertentu. Langkah-langkah yang perlu dilakukan misalnya dengan mengadakan reorientasi teknologi khususnya bagi negara berkembang yang berkaitan antara manusia dan alam dengan memperhatikan kemampuan inovasi teknologi yang lebih efektif menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan dan orientasi pengembangan teknologi itu harus diubah untuk memberi perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor lingkungan.
Selain itu, diperlukan juga perangkat hukum yang mengatur jaminan keamanan bagi investor asing di negara-negara berkembang untuk meningkatkan kepercayaan dalam menanam modal bagi pembangunan berkelanjutan. Kemudian negara-negara berkembang seharusnya juga diberikan hak untuk mengatur sumber daya alamnya sendiri tanpa campur tangan negara lain, termasuk dalam memilih teknologi dalam pembangunan. Hal terpenting adalah Bank Dunia sebagai badan yang menjembatani antara investor dan negara-negara berkembang diharapkan mampu melaksanakan kebijakan yang lebih memperhatikan aspek lingkungan, seperti memberlakukan prinsip “precautinory principle”.
[1] Emil Salim, Lingkungan Hidup, Mutiara Sumber Widya, 1985. Istilah pembangunan berkelanjutan dalam kepustakaan juga disebut sebagai pembangunan berkesinambungan
[2] www.worldbank.org/environment/stategy.
Political Economy…
Posted in political economy on Juli 15, 2009 by nirfacePolitical Economy I : Neoliberalism
Perspektif neoliberal merupakan ide-ide dasar dari perpaduan antara market dan politik. Adapun asumsi yang mendasarinya adalah pada sistem dimana setiap individu memiliki kebebasan dalam meraih keuntungan. Lebih lanjut lagi, dukungan pemerintah disini mengambil peran cukup penting dalam kesejahteraan masyarakat terutama dalam perkembangan industrialisasi dengan ekspor subsidi dan melindungi aktor industri dari kompetisi luar negeri dengan penerapan tarif impor. Merunut pada teori Keynesian, arahan diberikan untuk memperkuat sektor-sektor swasta, perluasan pasar-pasar dalam negeri dan luar negeri, serta merevitalisasi perdagangan internasional di bawah perlindungan perusahaan-perusahaan multinasional. Dengan demikian, proses produksi dari negara-negara inti baru terintegrasi dengan perangkat-perangkat politik maupun dengan organisasi-organisasi keuangan internasional yang bermunculan. Adapun aktor-aktor yang menguasai aspek politik dan ekonomi ini berpeluang besar dalam mengendalikan inflasi dan pengangguran serta pertumbuhan ekonomi.
Political Economy II : World System Theory
World System Theory atau teori sistem dunia merupakan teori yang muncul dari suasana perang dingin antara kedua perspektif terdahulu, yaitu teori modernisasi dan teori dependensi. Adapun teori ini memberikan kritikan terhadap teori modernisasi dan dependensi. Terdapat faktor yang melatarbelakangi munculnya teori ini, diantaranya perkembangan pesat dalam hal perekonomian yang terjadi di kawasan Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, serta Singapura; terjadi krisis di negara-negara beraliran yaitu Uni Soviet dan RRC; serta terjadinya krisis di Amerika Serikat.
Teori ini menekankan pada analisa total dan berjangka panjang, sehingga yang menjadi unit analisa dalam teori ini adalah keseluruhan dunia yang sebenarnya merupakan salah satu sistem yang menyejarah. Teori sistem dunia mengemukakan tiga model negara yang dikenal dengan dengan istilah ‘model tiga kutub’ (trikutub); negara sentral (negara industri), negara semi periferi (negara yang memiliki bargaining position dan memiliki kepentingan mengatur serta mengawasi pertumbuhan pasar dalam negeri), dan negara periferi (negara penyedia bahan baku). Namun kritik terhadap teori ini dapat dijelaskan karena ketidakmampuannya dalam memahami secara mendetail hubungan-hubungan yang berlangsung, dalam artian teori ini lebih melihat pada hubungan-hubungan di luar sistem.

What did you know about global capitalim?
Posted in political economy dengan kaitan (tags) give a good or bad comment about this! on Juli 29, 2009 by nirfacecapital allocation around the world it’s globally…is it better or worst???
Tinggalkan komentar »